TATA TERTIB OPEN CLASS DALAM LESSON STUDY

Open lesson atau biasa di kenal dengan open class merupakan tahap pelaksanaan hasil rencana yang sudah di rancang pada tahap perencanaan(Plan). Terdapat tata tertib yang  di jadikan pedoman pada pelaksanaan kegiatan lesson study sehingga pelaksanaan open lesson dapat berlangsung sesuai dengan tujuan.

            Tata tertib kegiatan open lesson di bagi menajdi tiga bagian yaitu, sebelum pengamatan, Pelaksanaan pengamatan, dan sesudah pengamatan.

Untuk lebih jelasnya akan dibahsa di bawah ini :

Sebelum pengamatan

  • Peserta datang di sekolah tempat kegiatan paling lambat 15 menit sebelum pembelajaran dimulai untuk mengikuti kegiatan paparan guru model terhadap pembelajaran yang akan dilaksanakan serta mendapatkan RPP yang akan digunakan.
  • Observer menyiapkan buku catatan dan kamera jika merasa memerlukan dokumentasi berupa gambar atau video.
  • Moderator mengingatkan kembali tata tertib observasi, kelas yang akan dijadikan open lesson, dan waktu pelaksanaan open lesson.
  • Moderator mengajak secara bersama-sama untuk men-silent-kan HP serta mengingatkan sebaikny tidak mengirim SMS atau menerima telepon selama pengamatan.

           

Selama pengamatan

  • Semua pengamat segera memasuki kelas dengan tertib pada waktu yang ditentukan, sebelum pembelajaran dimulai. Segera menempati tempat (berdiri) yang memungkinkan dapat memperhatikan perubahan raut wajah dan gerak-gerik siswa ketika belajar.

Terdadapt ungkapan bahwa kedatangan observer ibarat “angin” yang berada di sekitar kita. Artinya kehadiran observer di kelas tidak mengganggu pembelajaran terutama siswa, tetapi keberadaanya sangat diperlukan untuk mengamati aktivitas siswa.

Cara pengamatan :Pengamatan kelompok, Pengamatan lebih dari satu kelompok, Pengamatan satu kelas

Ketiga pengamatan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan pengamat. Apabila sudah berpengalaman pengamat dapat mengamati satu kelas untuk mendapatkan gambaran pembelajaran secara klasikal.

  • Tidak membantu guru dan siswa dalam proses pembelajaran dalam bentuk apapun. Biarkan embelajaran berlangsung apa adanya walaupun kadangkala pengamat merasa tidak puas melihat pembelajaran.

Kejadian- kejadian yang ada pada proses pembelajaran cukup di catat atau di ambil gambarnya yang nantinya akan di jaadikan bahan pada kegiatan refleksi.

  • Tidak mengganggu pandangan guru-siswa selama pembelajaran. Jika pengamat sedang mendekati kelompok atau berada ditengah-tengah kelas, kemudian tiba-tiba guru ingin memberikan arahan secara klasikal maka segeralah menepi agar tidak mengganggu pandangan siswa.
  • Tidak menganggu konsentrasi siswa dalam belajar, misalnya berbicara dengan pengamat lain, keluar masuk ruangan.
  • Jika menggunakan kamera untuk mengambil gambar kegiatan belajar, lampu kilat (flash) hendaknya dimatikan. Kilatan lampu kamera dapat mengganggu atau menghentikan konsentrasi belajar siswa.
  • Pengamatan difokuskan pada aktivitas  siswa dalam belajar dengan berpatokan pada pertanyaan di bawah ini:
  • Apakah siswa belajar, bagaimana prosesnya?
  • Adakah siswa yang tidak belajar, mengapa?
  • Bagaimana usaha siswa menghadapi kesulitan belajar?
  • Pengamat melakukan pengamatan secara penuh sejak awal sampai akhir pembelajaran.

            Setelah Pengamatan

Setelah kegiatan pengamatan terhadap proses pembelajaran dikelas selesai, seluruh peserta kegiatan yang mengadakan observasi (observer) memasuki ruangan yang sudah ditentukan untuk mengadakan tahapan selanjutnya yaitu  refleksi.

Leave a Reply

%d bloggers like this: