MODEL DARING KOMBINASI SEBAGAI SOLUSI MENINGKATKAN KEHADIRAN SISWA DALAM MENGIKUTI PEMBELAJARAN JARAK JAUH (PJJ)

Oleh : Ahmad Fadloli

Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dengan Model Dalam Jaringan (daring) yang masih berlangsung sampai saat ini disebabkan adanya wabah pandemic Covid-19 menimbulkan berbagai permasalahan dalam pelaksanaannya, diantaranya adalah   permasalahan yang berkaitan dengan kehadiran peserta didik dalam mengikuti pembelajaran.  Sekolah sebagai lembaga  yang berperan memberikan layanan Pendidikan kepada peserta didik seyogyanya tanggap dan segera mencari solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut karena ketidakhadiran peserta didik dalam pembelajaran akan dapat menyebabkan kemampuan peserta didik dalam menyerap dan memahami materi pelajaran tidak optimal. Tidak optimalnya peserta didik dalam menyerap dan memahami materi pelajaran tersebut dapat berimbas terhadap penyelesaian soal-soal yang akan diujikan dalam penilaian.

Model daring yang digunakan oleh guru-guru diantaranya adalah Google Classroom,zoom meeting, grup whatsAPP,grup Instagram, grup facebook, dan lain-lain. Agar peserta didik dapat mengikuti pembelajaran tersebut, mereka memerlukan dua sarana utama yaitu android/laptop dan jaringan internet. Kedua perangkat tersebut harus tersedia agar peserta didik dapat mengikuti pembelajaran yang sedang berlangsung tetapi jika salah satu dari keduanya tidak ada maka peserta didik tidak bisa mengikuti pembelajaran yang sedang berlangsung. Misalnya, peserta didik mempunyai Android/laptop tetapi tidak terdapat jaringan internet, maka peserta didik belum dapat mengikuti pembelajaran daring yang sedang berlangsung. Demikian sebaliknya jika peserta didik tidak mempunyai android atau laptop secara otomatis dia tidak bisa juga mengikuti pembelajaran daring yang sedang berlangsung.  Faktor keberadaan andoid/laptop dan jaringan internet tersebut merupakan salahsatu diantara sekian faktor lainnya sebagai penyebab tingkat kehadiran pesrta didik dalam pembelajaran daring menjadi rendah. Sementara kehadiran peserta didik didalam mengikuti pembelajaran merupakan factor yang penting.

Kehadiran peserta didik dalam pembelajaran sebagai salah satu syarat menentukan kenaikan kelas atau syarat menentukan kelulusan. Tetapi yang lebih penting dari kenaikan kelas dankelulusan  adalah bahwa di dalam pelaksanaan pembelajaran peserta didik dilatih agar kompetensi pengetahuan, keterampilan, sikap spiritual, sikap sosial, literasi, karakter dapat terlatih dan terbentuk sesuai dengan amanat dari  tujuan Pendidikan nasional yaitu ” tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.”( Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 3). Dari sisi itu, bisa difahami bahwa begitu pentingnya kehadiran peserta didik di dalam pelaksanaan pembelajaran. Untuk itu, sekolah sebagai Lembaga Pendidikan yang berfungsi memberikan layanan kepada peserta didik harus mencari solusi terbaik agar peserta didik mendapat layanan pembelajaran sesuai  hak nya terutama yang terkait dengan kehadiran.  

Salah satu solusi yang dapat diterapkan oleh satuan Pendidikan agar peserta didik yang mengalami kendala dalam hadir atau mengikuti pembelajaran daring adalah dengan menerapkan pembelajaran dengan “model daring kombinasi”. Model daring kombinasi yang dimasudkan disini adalah pelaksanaan pembelajaran yang dilaksankan di satuan Pendidikan dengan menggunakan model daring murni, daring berbantuan, luring terbatas.

Pertama, daring murni adalah kegiatan pembelajaran yang dilaksankan dengan daring dan dalam pelaksanaannya guru berada di sekolah sedangkan peserta didik berada di rumah masing-masing. Model ini bisa dilaksankan bagi peserta didik dengan kondisi sarana pembelajaran lengkap yaitu mereka memiliki android atau laptop dan terdapat jaringan internet. Kelompok peserta didik dengan kondisi seperti ini tidak mengalami permasalahan dengan pembelajaran daring. Kedua, daring berbantuan adalah kegiatan pembelajaran bagi peserta didik dengan keterbatasan dari sisi jaringan internet. Peserta didik dengan kondisi ini kegiatan pembelajaran  dilaksankan di sekolah.  Dalam pelaksanaannya, peserta didik datang ke sekolah dengan membawa android/laptop selanjutnya mereka  memanfaatkan jaringan internet yang ada di sekolah untuk mengikuti pembelajaran daring.  Ketiga, luring terbatas adalah kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan bagi peserta didik dengan kondisi tidak mempunyai android atau lainnya untuk bisa mengikuti pembelajaran daring. Dalam pelaksanaannya, peserta didik dating ke sekolah dengan menggunakan protocol Kesehatan yang sudah ditetapkan oleh sekolah untuk belajar secara tatap muka/luring di dalam ruang kelas yang sudah di siapkan oleh sekolah. Kelas luring tersebut disiapkan dan di desain sesuai dengan protokol kesehatan oleh sekolah dan diperuntukkan  bagi peserta didik yang mengalami permasalahan dari sisi alat/perangkat dalam mengiuti pembelajaran daring.

Jika model daring kombinasi tersebut diterapkan, maka prosentase jumlah kehadiran peserta didik dalam mengikuti pembelajaran daring di masa pandemi Covid-19 yang masih berlangsung sampai saat ini akan dapat ditingkatkan. Kondisi seperti itu dapat dilihat dari data kehadiran peserta didik di SMPN 4 Kotabaru sebelum dilaksanakan model daring kombinasi yaitu bulan Juli-Agustus tahun 2020 dengan setelah dilaksankan model daring kombinasi yaitu bulan September sampai bulan November 2020 sebagai berikut: Rata-rata prosentase kehadiran peserta didik bulan juli-Agustus 2020 sebesar 55 persen  sedangkan rata-rata prosentase kehadiran peserta didik bulan September-November 2020 adalah 95 persen.

Berdasarkan data tersebut di atas dapat dilihat bahwa model daring kombinasi terbukti dapat meningkatkan prosentase kehadiran peserta didik khususnya di SMPN 4 Kotabaru, Karawang, Jawa Barat. Walaupun data tersebut masih terbatas hanya satu sekolah, setidaknya model daring kombinasi tersebut dapat dijadikan sebagai bahan untuk dicoba dilaksankan di sekolah lain dengan kondisi terkendala dengan prosentase kehadiran peserta didik dalam mengikuti pembelajaran daring.(Ndol)

Leave a Reply

%d bloggers like this: