TIGA PROGRAM LUARBIASA DI SEKOLAH BIASA

Ahmad Fadloli. Kepala SMPN 4 Kotabaru

Sekolah biasa, yups….termasuk salah satu sekolah yang berada di pedesaan, lingkungan sekitarnya perkampungan penduduk. Karena letaknya di perkampungan sehingga Sebagian besar guru-guru sekolah lain merasa kesulitan mencari lokasinya untuk datang ke sekolah ini. Terletak di kampung Gandoang, desa Pangulah Selatan, Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Dialah SMPN 4 Kotabaru atau belakangan ini dikenal dengan “Pakotaru”.

Tepatnya bulan Agustus tahun 2018 saya diberikan Amanah untuk menjadi kepala sekolah di Pakotaru dan masih bertahan sampai saat ini. Saat itu, sekolah ini benar-benar sekolah dengan kondisi yang jauh dari kata layak. Misalnya dari sisi kelengkapan ruangannya. Saat itu, sekolah ini tidak mempunyai ruang guru, ruang kelas Sebagian besar sudah sangat memprihatinkan karena pintu, jendela sudah sangat tidak layak, plafon apalagi, keramik sudah banyak yang hilang, meja dan kursi sudah banyak yang reot dan juga ada yang dipangku duduknya.

Terus apa lagi, WC siswa tidak ada yang  berfungsi, perpustakaan tidak berfungsi, tempat ibadah, lapnagan voli, lapangan olahraga, Lab IPA, tiga ruang kelas di lantai atas, genteng wahhh bukan lagi bocor tetapi pecah disana-sini, tempat parkir tidak ada. Jangan ditanya deh lingkunagnnya. Sampah dimana-mana, rumput tumbuh subur dimana-mana, coretan dimana-mana itu yang di depan, kelihatan. Bisa dibayangkan tempat-tempat yang tidak kelihatan, misalnya dibelakang kelas, dibelakang ruangan-ruangan lain. Hmmm…pokoknya seperti tempat yang sudah lama tidak berpenghuni.

Singkat cerita, bulan Juni tahun 2019 dilaksankan akreditasi karena akreditasi sekolah ini sudah telat dua tahun. Alhamdulillah akreditasi berlangsung lancer dari predikat “B” naik menjadi “A”. Bisa dibayangkan bagimana ngebutnya membenahi, berjibaku untuk mengubah. Sehingga dalam saktu kurang lebih 10 bulan tanpa henti melakukan perubahan, terus bergerak untuk menyiapkan memperbaiki keadaan. Itu baru standar sarana dan prasarana. Bagimaan dengan tujuh standar lainnya. Wah pokoknya benar-benar menguras energy, kemapuan, dan emoasi.

Sehngga saat itu saya selaku kepala sekolah menancapkan moto “Sekali Bergerak Seribu Perubahan”. Moto tersebut juga menjadikan motivasi yang sangat kuat bagi saya untuk dapt melaksankan akreditasi dengan sukses dan tentu tujuan yang lebih jauh lagi adlaah mengubah kondisi dan memperkenalkan SMPN 4 Kotabagu di tingkat Komisariat, Kabupaten, dan bahkan ke tingkat yang lebih tinggi. Gayung bersambut, niat yang baik dan ikhlas akan diberikan jalan oleh Alloh Swt. untuk mewujudkannya. Tepatnya di akhir tahun 2020. Ada apa gerangan!

Tentu pelaku Pendidikan sangat memahami, di akhir tahun 2020 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengadakan seleksi bagi kepala sekolah untuk program yang akan berlangsung di tahun 2021 dengan nama” Program Sekolah Penggerak Angkatan I” (PSP I). Saya tertarik mencermati program ini. Saya cermati poin-poin persyaratan satu persatu,kalimat perkalimat, selanjutnya juga mencermati proses seleksi dengan seksama, selanjutnya poin lain yaitu apa yang didapatkan jika lolos dalam program ini. Dan Saya terhenti sejenak dan kaget serta merenung pada poin yang ada di program ini, karena berbeda dengan program-program selama ini. Poi napa itu?

Poinnya adalah bahwa yang di seleksi dalam PSP adalah kompetensi kepala sekolahnya bukan sekolahnya. Wah menurut saya  ini mantep poin ini. Kenapa? Ya kita pahami bahwa selama ini setiap ada program yang dilihat bukan kompetensi kepala sekolahnya tetapi sekolahnya. Makanya biasanya yang mendapatkan program-program selalau sekolah dengan posisi yang bagus, Gedung-gedungnya yang bagus, letaknya yang bagus. Unutk PSP tidak melihat itu. Pokoknya jika kepala sekolah yang mengikuti seleksi lolos ya berarti sekolah yang dipimpinnya measuk dalam PSP. Selain mantep juga menuurut saya penting karena jika saya lolos dalam seleksi ini maka saya dapat memperkenalkan sekolah ke tingkat kabupaten bahkan nasional. Poin inilah yang membuat saya semangat untuk mengikuti seleksi dan lolos menjadi sekolah pengegrak Angkatan I.

Singkat cerita, setelah mengikuti seleksi dimulai tahap I, alhamdulillah lolos. Lanjut tahap II, alhamdulillah  lolos. Dan lanjut tahap III, alhamdulillah juga lolos. Maka mulai saat itu SMPN 4 Kotabaru, Karawang mendapatkan SK dari Kementerian sebagai sekolah Penggerak Angkatan I Bersama 2500 sekolah se Indonesia mulai tingat PAUD sampai SMA/SMK.

Posisi inilah yang saya namakan dengan: Peogram Luarbiasa di sekolah biasa. PSP inilah Langkah awal sekolah ini mulai didengar dan lambat laun di kenal. Cukupkan sampai di situ? Ternyata PSP merupakan awal dari program luarbaisa yang ada di SMPN 4 Kotabaru.

Hampir satu tahun ajaran PSP Angkatan I  berlangsung yaitu tahun ajaran 2021/2022. Program luarbiasa berikutnya menghampiri SMPN 4 Kotabaru. Yups …Program Sekolah Berketahanan Iklim (SBI) dan Program Sekolah Pancasila (SP).

Untuk itu, mulai tahun ajaran 2022/2023 SMPN 4 Kotabaru melaksankan tiga program yang laurbiasa yaitu Program sekolah Penggerak Angkatan I (PSP I) yang berlangsung mulia tahun ajaran 2021/2022 sampai tahun ajaran 2024.2025; Program Sekolah Berketahanan Iklim (SBI) yang akan berlangsung mulai tahun ajaran 2022/2023 sampai 2025/2026; dan Program Sekolah Pancasila (SP) berlangsung mulai tahun ajaran 2022/2023 sampai 2025/2026.

Semoga semangat yang sangat tinggi dari kepala sekolah dan seluruh warga sekolah SMPN 4 Kotabaru serta dukungan dari orangtua siswa untuk melaksankan tiga program luarbiasa tersebut  mendapatkan dukungan dari pihak-pihak yang terkait serta pihak-pihak yang peduli dengan Pendidikan. Aamiin. (Ndol, 30 Agustus 2022)

Leave a Reply

%d bloggers like this: