Sekolah Ibarat Lautan Luas (2)

Oleh: Pak Ndol

Sahabat https://gusndol.com/. Tulisan dengan judul “Sekolah Ibarat Lautan Luas” merupakan tulisan bersambung. Agar pemahaman terkait tulisan ini bisa nyambung, sebelum membaca “Sekolah Ibarat Lautan luas nomor 2. Marilah kita baca dulu tulisan sebelumnya yaitu: Sekolah Ibarat Lautan Luas (1) yang termuat dalam link di bawah ini:

Baiklah kita lanjutkan, jika kita mendengar atau membaca kalimat begini, “wah, sekolah itu bagus sekali ya! kira-kira apa yang ada di pikian kita? Tentu yang muncul di pikiran kita akan bervariasi.

Mungkin ada yang berpikir dari sudut pandang gedungnya, dari sudut pandang lingkungannya, dari sudut pandang kegiatannya, bisa juga dari sudat pandang prestasinya, guru-gurunya, murid-muridnya, program sekolahnya, atau mungkin dari sudut keramahan orang-orangnya, dan hal-hal lain.

Selanjutnya, mari kita mencoba ke suasana selain sekolah yaitu ”Lautan”. Saya percaya bahwa kita sudah pernah melihat lautan. Nah, Jika kita melihat lautan luas, yang pertama diperhatikan adalah “air laut”. Dan saya juga meyakini bahwa diantara kita akan berbeda-beda terhadap cara melihat air laut.

Sebagian di antara kita mungkin ada yang melihat lebih serius terhadap warna air tersebut sehingga tidak sekadar melihat tetapi mengagumi indahnya warna air laut, sampai-sampai berucap, “Oh…indahnya warna air laut itu!” Bahkan ada di antara kita bukan sekadar berhenti dengan mengagumi saja. Namun ada yang lebih jauh lagi, misalnya mereka akan
bertanya lebih jauh mengapa air laut di sebelah sana berwarna biru sementara di sebelah sana berwarna putih dan di sebelah sana lagi berwarna cokelat dan mengapa justru di sebelah sini airnya keruh.
Bahkan ada di antara kita yang penasaran dengan melanjutkan pertanyaan-pertanyaan lainnya dari fenomena lain yang dilihat dari laut, misalnya ombak.
Sebagian di antara kita mungkin ada yang melihat ombak sekadarnya saja, biasa saja. Namun ada di antara kita yang lebih cermat. Mereka bukan sekadar melihat ombak, tetapi melihat ombak lebih jauh dengan beberapa pertanyaan lanjutan.
Misalnya, mengapa ombak itu berbeda-beda tingginya, mengapa durasi ombak berbeda-beda, dan masih banyak lagi pertanyaan lainnya.

Ilustrasi pandangan kita terhadap air laut tersebut bisa menjadi gambaran bahwa setiap orang mempunyai kemampuan  yang berbeda-beda terhadap sesuatu, setiap orang mempunyai kepedulian yang berbeda-beda terhadap sesuatu.

Semakin peduli seseorang terhadap sesuatu, maka semakin banyak hal yang akan digali dari sesuatu tersebut. Semakin peduli  seseorang terhadap sesuatu, maka ia akan semakin penasaran dan ingin mengetahui lebih banyak tentang sesuatu tersebut.
Semakin peduli terhadap sesuatu, maka ia semakin penasaran, semakin banyak yang menjadi pertanyaan, semakin banyak yang ingin dikerjakan, semakin dalam ingin mengetahui, semakin dalam ingin memahami, dan semakin serius untuk  menyelesaikan jika terjadi permasalahan. Semakin peduli seseorang terhadap sesuatu, maka ia semakin berkeinginan dan berusaha untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang dihadapi.

Leave a Reply