BERBAGI IKM DI AKHIR PEKAN (IHT SMPN 2 RAWAMERTA)

Oleh: Ahmad Fadloli

Pengantar

Hp saya berdering saat kepala SMPN 2 Rawamerta menghubungi lewat WA. Assalamu’alaikum. Waalaikum salam. Tanpa ba bi bu. H. Kateni kepala SMPN 2 Rawamerta  langsung bilang.”Bos, adakah waktu untuk memberikan materi IKM di IHT SMPN 2 Rawamerta? Materinya apa? Jawab saya. Menyusun modul Proyek. Insya Alloh. Sambung saya. Kapan waktunya? Antara sabtu dan minggu. Jawab H. Kateni. Itulah awal cerita saya berbagi IKM di SMPN 2 Rawamerta pada hari Ahad, 28 Agustus 2022.

Semangat guru-guru SMPN 2 Rawamerta memang patut di berikan jempol bukan satu tapi jempol dua, atau tiga bahkan empat, setuju nggak? Di akhir pekan, Kebanyakan orang-orang sedang istitahat dari aktivitas yang melelahkan selama satu pekan, guru-guru SMPN 2 Rawamerta sebanyak 22 orang masih beraktivitas dengan melakukan kegiatan untuk mempersiapkan pembelajaran dalam kegiatan IHT menyususn modul Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).

Pukul 08.30 Wib kegiatan dimulai dengan sambutan kepala sekolah. Pada kesempatan tersebut dia menyampaikan ucapan terima kasih kepada facilitator dan guru-guru yang hadir serta menyampaikan permohonan maaf karena sudah mengganggu waktu istitahat di hari minggu.

Saya duduk didepan sambil mengamati wajah para guru yang sedang berada di ruangan dihadapan saya. Sebagian besar wajahnya kurang ceria. Ya wajarlah dihatiku bergumam. Biasanya di hari libur kegiatan dirumah kan banyak terutama yang ibu-ibu. Ya mungkin beberes rumah, masak, nyuci, menyetrika, dan seabrek lagi. Karena diruangan kegiatan terlihat Sebagian besar guru yang ada adalah ibu-ibu, bapak-bapaknya hanya satu dua tiga empat, ya hanya empat.

Saya berpikir, bagimana caranya mengubah wajah yang kurang ceria menjadi ceria di ruangan ini?

Pendahuluan

Setelah pengatur acara menyerahkan kegiatan kepada saya. Pertama, saya bertanya.”Ibu bapak, kegiatan akan berakhir pukul berapa? Pukul 15.00 Wib, 14.00 Wib, 13.00 Wib, atau  pukul 12.00 Wib. Tentu jawabanya sudah dapat di tebak. Yup………………Dengan serempak menjawab Pukul 12.00 Wib. Alhamdulillah wajah ibu bpk guru mulai terlihat cerah, mungkin sebelumnya menyangka akan sampai sore. Gitu kali  ya!

Suasana menjadi ceria dan meriah dikala kegiatan selanjutnya adalah bermain game dengan “Kahoot”. Permainan ini saya gunakan untuk mencairkan suasana dan tentu untuk sesi perkenalan peserta karena di permainan tersebut peserta akan bermain game dengan menuliskan nama masing-masing untuk dapat masuk bergabung dengan menggunakan PIN yang ada.

Selain itu, permainan ini saya gunakan untuk menggali pengetahuan awal ibu bapak guru terkair dengan materi yang akan di sampaikan. Dengan pertanyaan-pertanyaan yang ringan. Ada 7 pertanyaan yang saya gunakan di permainan tersebut. Diantaranya adalah pertanyaan pembuka dengan jawaban benar atau salah. “Nama fasilitator yang di depan adalah Ahmad Fadholi. Dengan waktu 5 detik. Tenyata jawabannya “ Salah”. Ada yang  nyletuk. Namanya yang benar apa pak? Yang benar bukan pake “h” tetapi pake “l”. Ahmad Fadloli. Nah secara tidak langsung saya sudah berkenalan. Dilanjutkan sampai pertanyaan terakhir.

Apa yang ditunggu dari guru-guru dari permainan ini. Ternyata mereka tegang juga saat menunggu di buka “Urutan teratas”. Urutan teratas adalah mereka yang menjawab benar dan paling cepat. Suasana menjadi ceria seru dengan teriakan dan tepuk tangan saat dibuka urutan peserta yang menjawab pertanyaan. Nah dari sini, peserta mulai lupa tuh dengan cucian, setrikaan, beberes dan lainnya.

Inti

Kegiatan dimulai dengan diskusi tentang dasar IKM yaitu UUD sisdiknas, SNP, dlanjutkan dengan Kepmendikbudristek no. 262/M/2022, ada lagi Keputusan BSKAP nomor 008 tahun 2022, Keputusan BSKAP nomor 009 tahun 2022. Mengingatkan Kembali tentang strukutur kurikulum merdeka, pembelajaran di kurikulum merdeka.

Inti dari pembahasan adalah bagimana menyiapkan P5 di sekolah. Untuk itu, kegiatan dimulai dengan diskusi “Apa Langkah yang disipkan sebelum Menyusun modul P5”? Peserta menulis jawban diskusi di Stiky note di Jambord. Dari kegiatan diskusi ini menghasilkan jawban terkait langkah-langkah yang dilakukan sebelum menyusun modul P5 adalah sebagai berikut:

Menetukan Tema

Tingkat SMP minimal memilih 3 tema dari 8 tema yang ada. Setelah tema terpilih. Tema dipilih dan ditentukan oleh guru-guru secara klasikal. Semua guru mempunyai kesempatan untuk mengungkapkan pendapatnya.

Adapun tema yang dipilih adalah sebagai berikut:

  • Gaya hidup berkelanjutan
  • Kearifan Lokal
  • Bhinneka Tunggal Ika
  • Bangunlah Jiwa Raganya
  • Suara Demokrasi
  • Rekayasa dan Teknologi
  • Kewirausahaan
  • Kebekerjaan

Faktor utama dalam menentukan/memilih tiga  tema proyek Profil Pelajar Pancasila di tahun pertama pelaksanaan program sekolah penggerak ini lebih didasarkan pada prioritas pengembangan sekolah, kegiatan-kegiatan yang akan dilaksankan oleh sekolah/siswa, serta Isu   yang sedang hangat terjadi atau menjadi fokus pembahasan di sekolah.  Faktor yang lain seperti kesiapan satuan pendidikan dan pendidik dalam menjalankan projek; Kalender belajar nasional, atau perayaan nasional atau internasional sebagai pertimbangan tambahan.

Selanjutnya adalah menentukan topik dari masing-masing tema.

Menentukan Topik

Topik dibuat berdasarkan tema-tema yang sudah dipilih. Menetukan topik dapat dilakukan secara klasikal dimana semua guru ikut serta menetukan topik dari tiga tema yang sudah dipilih.

Selain secara klasikal, penentuan topik dpat dilakukan melalui TIM yang sudah terbentu. Misalnya masing -masing tema terbentuk TIM yaitu TIM tema1, tema2, dan tema3. Masing-masing TIM menetukan topik yang menjadi bagiannya saja yaitu hanya satu tema. Kelebihan dari system kelompok ini adalah efesien dari sisi waktu karena akan mempercepat terselesaikannya topik dari setiap tema.

Nah, agar semua mengetahui dan dapat meberikan masukan, maka setelah selesai di masing-masing TIM tema, di sampaikan di semua guru untuk di ketahui dan diberikan masukan.

Menentukan TIM

TIM adalah terdiri dari coordinator dan anggota. Semua guru yang mengajar di tingkatan pelaksankaan IKM dibagi sesuai dengan jumlah tema. Jika ada tiga tema  yang dipilih, maka guru-guru dibagi menjadi tiga. Jumlahnya bagaimana? Ya bisa sama, bisa juga disesuiakan dengan tema yang dipilih. Intinya adalah feksibel, merdeka disesuiakan dengan situasi dan kondisi sekolah masing-masing.

Dengan catatan bahwa pembagian TIM bukan didasarkan pada keterkaitan matapelajaran dengan proyek karena proyek memang tidak dikaitkan dengan mata pelajaran.

Kesepakatan waktu pelaksanaan

Antara coordinator TIM atau antara TIM tema membuat kesepakatan terkait dengan waktu pelaksanaan. Waktu pelaksanaan adalah hari proyek dan bulan proyek.

Tiga tema P5 yang sudah ditetapka akan dilaksankan selama  satu tahun ajaran. Sehingga tema yang terpilih disesuaikan dengan waktu pelaksanaannya. Misalnya: Jika sekolah memilih tema suara demokrasi dengan judul:”Pemilihan ketua OSIS” tentu waktu pelaksanaannya sekitar bulan Desember atau Januari.

Menyusun Modul P5

Modul P5 disusun oleh TIM yang sudah terbentuk.

Penutup

Kegiatan dikahiri dengan refleksi. Semua peserta menuliskan refleksi di papan Jamboard.

Beberapa diskusi yang muncul terkait pembuatn modul.

1. Apa yang digunakan sebagai dasar penyusunan modul P5

Modul projek merupakan perencanaan pembelajaran dengan konsep pembelajaran berbasis projek (project-based learning) yang disusun sesuai dengan fase atau tahap perkembangan peserta didik, mempertimbangkan tema serta topik projek, dan berbasis perkembangan jangka panjang. Modul projek dikembangkan berdasarkan dimensi, elemen, dan subelemen Profil Pelajar Pancasila

Menyusun dokumen yang mendeskripsikan perencanaan kegiatan projek sebagai panduan bagi pendidik dalam melaksanakan pembelajaran sesuai dengan tujuan penguatan Profil Pelajar Pancasila dalam tema tertentu

Dasar penyusunan modul proyek tentu “Panduan Pelaksanaan P5 yang dikeluarkan oleh Kemendikbudristek. Selanjutnya adalah Dimensi P5 yang dikeluarkan oleh BSKAP

Pengalaman Menyusun Modul P5 di SMPN 4 Kotabaru.

2. Bagaimana menentukan mata pelajaran yang masuk di tema-tema yang dipilih?

Nah, pertanyaan ini selalu di lontarkan oleh temen-temen guru bai yang datang ke SMPN 4 Kotabaru untuk sharing IKM maupun pada saat saya menjadi fasilitator jika diminta oleh sekolah. Seperti saat ini.

Projek penguatan profil pelajar Pancasila merupakan kegiatan kokurikuler berbasis projek yang dirancang untuk menguatkan upaya pencapaian kompetensi dan karakter sesuai dengan profil pelajar Pancasila yang disusun berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan. Pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila dilakukan secara fleksibel, dari segi muatan, kegiatan, dan waktu pelaksanaan Projek penguatan profil pelajar Pancasila dirancang terpisah dari intrakurikuler. Tujuan, muatan, dan kegiatan pembelajaran projek tidak harus dikaitkan dengan tujuan dan materi pelajaran intrakurikuler. Satuan pendidikan dapat melibatkan masyarakat dan/atau dunia kerja untuk merancang dan menyelenggarakan projek penguatan profil pelajar Pancasila. (Kepmendikbudristek 262 hal 71)

Leave a Reply

%d bloggers like this: