TAHAP REFLEKSI MGMP SEKOLAH BERBASIS LESSON STUDY


Notice: Undefined index: file in /home/gusndolc/public_html/wp-includes/media.php on line 1675

Notice: Undefined index: file in /home/gusndolc/public_html/wp-includes/media.php on line 1675

Notice: Undefined index: file in /home/gusndolc/public_html/wp-includes/media.php on line 1675

Notice: Undefined index: file in /home/gusndolc/public_html/wp-includes/media.php on line 1675
Video ke 1 Pemaparan oleh Guru Model
Pemaparan oleh Guru Model

MGMP Sekoah berbasis Lesson Study di SMPN 4 Kotabaru, Karawang yang berlangsung pada semester 1 tahun ajaran 2019/2020 sudah memasuki tahap refleksi. Tahap refleksi dalam kegiatan lesson study merupakan tahapan ke 3 dengan urutan tahapan Plan, Do, dan, See.  Pada tahap ini, semua guru yang  berperan dalam kegiatan open class yang sudah dilaksankan   berkumpul  untuk mengadakan kegiatan saling bertukar pendapat terkait dengan pembelajaran yang sudah dilaksanakan. Pada tahapan tersebut hadir guru model (guru pengajar), pengamat (observer), dan fasilitator.

Guru model adalah guru yang diberikan kepercayaan oleh kelompok matapelajaran di sekolah/MGMP untuk mengimplentasikan di kelas (mengajar) hasil rencana (scenario) pembelajaran yang sudah dirancang bersama  pada tahap perncanaan. Pengamat adalah guru-guru, fasilitator,kepala sekolah/ siapa saja yang berpartisipasi dalam kegiatan open class dengan ikut mengamati kegiatan pembelajaran yang dilaksankan. Dan Fasilitator adalah guru/kepala sekolah yang sudah berpengalaman mengikuti kegiatan lesson study serta sudah pernah memfasilitasi kegiatan lesson study ditingkat kabupaten, MGMP, maupun tingkat sekolah.

Pemaparan oleh Guru Model

Kegiatan Refleksi   di SMPN 4 Kotabaru

Kegiatan refleksi yang berlangsung di SMPN 4 Kotabaru pada semester 1 tahun ajaran 2019/2020  dilaksanakan dalam beberapa tahap. Adapun tahapan refleksi yang berlangsung adalah sebagai berikut: Refleksi ke 1. Tahapan ini guru model secara bergantian memaparkan secara umum perasaannya setelah selesai mengadakan open class, ketercapaian tujuan yang sudah di rancang, kesesuaian antara scenario dengan kenyataan dalam pembelajaran, serta hal-hal lain terkait dengan kegiatan pembelajaran yang sudah dilaksankanan. Refleksi ke 2. Tahapan ini masing-masing guru model akan mendapatkan masukan dari observer. Kegiatan ini dipandu oleh seorang moderator dan fasilitator sebagai narasumber.

Guru- guru SMPN 4 Kotabaru sebagai Observer
Guru-guru SMPN 4 Kotabaru sebagai Observer

Refleksi ke 1

Kegiatan refleksi yang berlangsung di SMPN 4 Kotabaru pada tanggal, 20 september 2019 dengan susunan kegiatan sebagai berikut:

Pertama, pembukaan oleh fasilitator, dalam hal ini sebagai fasilitator adalah pak Ahmad Fadloli selaku kepala SMPN 4 Kotabaru. Setelah mengucapkan salam, selanjutnya , beliau mengatakan” alhamdulillah pada kesempatan ini kita akan melaksankaan refleksi kegiatan MGMP Sekolah kita berbasisi Lesson study. Selanjutnya beliau menyampaikan bahwa pada kegiatan awal refleksi yang sedang dilaksanakan adalah ”guru model akan meyampaikan pengalamamnnya pada saat mengajar di kelas  secara bergantian sesuai dengan urutan jadwal pelaksanaan open class yang sudah dilakanakan.  Apa saja yang perlu disampaikan oleh guru model, kata beliau juga bahwa  yang perlu disampaiakna oleh guru model adalah “  perasaan menjadi guru model( sebelum, saat, dan sesudah), sekenario yang dikembangkan, metode, model, serta ketercapaian rencana yang sudah dibuat dengan pelaksanaan. Selain itu, pak Ahmad Fadloli juga mengajak kepada observer untuk saling memberikan masukan berdasarkan hasil pengamatan pada saat open class dan dipadukan dengan  pengalaman selama mengajar dalam rangka perbaikan pembelajaran kita ke depan. Kedua, adalah giliran  guru model tampil secara bergantian untuk menyampaiakan pengalamannya  sesuai dengan urutan jadwal open class yang sudah dilaksankaan. Adapun urutan jadwal openclass adalah (1) Rofikoh, S.S (Bahasa Indonesia); (2) Ulfah Hasanah, S.Pd (PPKn); (3) Nandang S.Pd (Matematika); (4) Sri Depi Ruswiyani, S.Pd (Bahasa Inggris); 5. Safitri Eka Lestari S.Pd (IPA); (6) Ani Noveliasi, SE (IPS); dan (7) Soni Wijaya, S.PdI (PABP).

Pemaparan oleh Guru Model

Pemaparan guru model pada awal kegiatan refelksi ini menjadi momentum yang sangat menarik karena dari pemaparan ini kita mendapatkan gambaran secara umum kegiatan open class yang sudah dilaksankan terutama terkait perasaan masing-masing guru model mulai dari persiapan, pelaksanaan, dan setelah selaesai melaksanakan open class. Lebih jelasnya, dapat di tonton di Channel Youtube dengan link di bawah ini:

Video ke 1 Pemaparan oleh Guru Model

Guru Model Ke 1 ( Rofikoh, S.S., Perwakilan Bahasa Indonesia)

Sesuai dengan jadwal openclass, bu Rofikoh mendapatkan giliran tampil perdana. Pada kesempatan tersebut, setelah mengucapkan salam, dia menyampaikan” Saya perwakilan dari matapelajaran Bahasa Indonesia dan terimakasih kepada kelompok bahsa Indonesia yang telah memberikan kepercayaan kepada saya untuk menjadi guru model.  Selanjutnya,  bu Rofikoh melanjutkan kalimatnya  sebagai berikut: materi yang saya sampaikan pada open class kali ini adalah” Menyajikan Iklan” dengan metode  “Saintifik learning”.Dia juga menyampaikan bahwa pembelajaran yang dilaksankan secara umum adalah sebagai berikut: siswa membawa bahan dan alat dari rumah, mengamati contoh, membuat iklan di karton, ditampilkan di sedan kelas, dan diakhiri dengan penutup.

Selanjutnya dia menyampaikan bahwa pada pelaksanaan pembelajaran yang sduah dilaksankan masih banyak kekurangan terutama pada saat siswa membuat iklan. Kekurangan tersebut terutama  dari segi waktu. Pada saat siswa membuat iklan ternyata masih kurang waktunya sehingga hasilnya kurang optimal. Kekurangan selanjutnya adalah pada saat presentasi. Pelaksanaan presentasi masih banyak siswa dari kelompok lain yang ngobrol sendiri sehingga kurang optimal.

Sebelum mengakhiri paparannya, bu rofikoh mengajak kepada rekan-rekan untuk memberikan masukan, pendapat pada saat sesi berikutnya agar pembelajaran selanjutnya bisa lebih baik.

Guru Model Ke 2 ( Ulfah Hasanah, S.Pd., Perwakilan PKn)

Selanjutnya adalah giliran  bu Ulfah sebagai perwakilan dari PPKn. Bu Ulfah menyampaikan bahwa sebagai guru model merupakan kejadian yang sangat luarbiasa karena dia baru pertama mengajar dan baru juga masuk mengajar langsung  menjadi guru model dan belum pernah mengajar dimanapun dan juga belum pernah di supervisi. Luarbiasa  karena pengalaman menjadi guru model tersebut sampai bu Ulfah meneteskan airmata Bahagia. Kejadian tersebut sangat bisa dimengerti, menjadi guru model memang tidak mudah, memerlukan persiapan materi, mental, dan fisik yang cukup karena dilihat oleh semua guru yang ada di SMPN 4 Kotabaru. maka wajar, setelah selesai menjadi guru model bu Ulfah meluapkan kegembiraannya bahkan beberapa kali kata-katanya terhenti karena harus mengambil tisu. Dengan teriakan guru-guru memberikan semangat, dia melanjutkan penjelasannya.” Saya menyampaikan materi Norma dan Keadilan dengan metode repokasitori(Pembelajaran terbalik) dimana siswa diajak untuk aktif membaca, diskusi, tanya jawab, memaparkan Kembali dan menyimpulkan. Dengan metode ini diharapkan siswa akif membaca karena Sebagian besar siswa kita sulit diajak membaca. Selanjutnya, kata bu Ulfah, menyampaikan bahwa pembelajaran yang dilaksanakannya masih banyak kekurangan. Olehkarena itu saya berharap kepada bapak/ibu semua memberikan masukan sehingga pembelajaran selanjutnya menjadi lebih baik.

Guru Model ke 3 ( Nandang, S.Pd., Perwakilan Matematika)

Pak Nandang mendapatkan giliran untuk berbicara sebagai perwakilan Matematika. Setelah mengucapkan salam, pak Nandang menyampaikan bahwa sebenarnya dia tidak Percaya diri bicara di depan sini, tapi jika di depan kelas ya murid yang menjadi objek. Mengenai model pembelajaran, dia mengatakan bahwa selama ini saya mengajar sudah seperti itu. Yang penting menarik bagi siswa dan menjadikan siswa focus terhadap pembelajaran yang sdang dilaksankaan. Kebiasan saya mengajar adalah membuat siswa belajar dengan bermain  dikemas dengan kuis-kuis. Kegiatan diawali dengan adanya rangking sementara menjadikan siswa semangat untuk menaikkan rangkingnya masing-masing. Pembelajaran ini juga menjadikan siswa tidak bekerja sama dalam mengerjakan tugas, membuat kompetisi yang positif, membuat siswa kompetisi dalam mengerjkaan setiap tugas yan di baerikan, membuat siswa kreatif mengajukan pertnyaan, kreatif menjawab pertanyaan yang di berikan. Intinya pembelajran yang saya berikan tersebut membuat siswa aktif mengikuti pembelajran dari awal sampai akhir karena kompetsisi untuk mengubah rangking matematika di kelas.

Selanjutnya dia juga menyampaikan bahwa selesai menjadi guru model hatinya sangat senang dan Bahagia. Dia juga menyampaiakn bagaimana persiapan menjadi guru model, mulai persiapan materi lebih-lebih persiapan mental yang benar-benar harus disiapkan, sampai-sampai tidak bisa tidur dan tidak bisa makan sebelum tampil, ssampai merasa kurus. Kalimat pak Nandang tersebut disambut dengan gelak tawa dari guru-guru yang hadir bahkan kepala sekolah juga sampai tertawa lepas.

Guru Model Ke 4 ( Sri Depi Ruswiyani, S.Pd., Perwakilan Bahasa Inggris)

Dilanjutkan dengan bu Sri Depi, sebagai perwakilan dari bahasa Inggris menyampaikan terima kasih kepada rekan-rekan bahsa inggris yang sudah sama-sama merancang skenario pembelajaran yang digunakan dalam pelaksanaan open class. Materi yang disampaikan adalah” Descriptive Test/Describing People” dengan metode PTRI (Presentation, Practice, and Production). Selanjutnya bu Depi menyampaikan bahwa dalam kelompok siswa bekerja dengan pembagian tugas masing-masing diantaranya adalah ada siswa yang menulis ciri-ciri, ada siswa yang menyusn puzzle dsb. Tujuannya adalah agar semua siswa dalam kelompok aktif. Tetapi ternyata masih ada siswa yang tidak aaktif dalam berdiskusi. Sebagai guru bu Depi bertanya kepada siswa yang tidak ikut bekerja dalam kelompok dengan pertanyaan” Kenapa kamu tidak ikut bekerja dalam kelompok?’. Jawaban siwa adalah bahwa dia mendadak meriang karena banyak guru yang masuk kelas, dan memang ternyata besoknya siswa tersebut tidak masuk sekolah  karena sakit.

Disisi lain bu Depi juga menyampaikan bahwa kegiatan Lesson study sekarang ini adalah pengalam kedua mengikuti lesson study. Pertama dia mengikuti lesson study di SMPN 7 Karawang Barat dan pada saat itu kepala sekolahnya juga pak Ahmad Fadloli. Bedanya dalah saat itu saya hanya sebagai observer dan sekarang saya sebaga guru model. Selanjutnya diaa mengatakan bahwa memang menjadi guru model itu sangat berbeda dengan observer. Sebagai guru model memerlukan banyak persiapan terutama mental, karena walaupun saya sudah lama mengajar, pada saat open class saya merasa demam panggung juga. Demikian papara bu Depi serta diakhiri dengan salam.

Guru Model Ke 5 ( Safitri Eka Lestari, S.Pd., Perwakilan IPA)

Setelah mengucapkan salam bu Safitri menyebut satu persatu guru IPA mulai dari bu Ade, bu Riza, bu Siti sampai disitu tapi ada suara dari guru menyebut pak Ahmad. Akhirnya bu Safitri menyampaikan oh ya pak Ahmad dan nanti open class kedua pak Ahmad/KS sebagai guru model dan langsung dijawab oleh pak Ahmad dengan kata” Siap” sebanyak dua kali sebagai bukti kesiapan pak Ahmad menjadi guru model dan di sambut dengan tepuk tangan oleh guru-guru. Selanjutnya bu Safitri menyampaikan terima kasih kepada TIM IPA yang hebat yang sudah merancang Bersama RPP yang digunakan sebagai kegiatan open class kali ini.

Selanjutnya dia menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah pengalaman pertama saya mngikuti kegiatan lesson study dan juga pengalaman pertma menjadi guru model. Saya mendapatkan pengalaman baru yang tidak saya dapatkan di bangku kuliah. Karena banyak guru-guru yang melihat maka saya sangat deg-degan yang menyebabkan apa yang sudah direncanakan sebagin tidak terlaksana. Misalnya rencananya setelah kegiatan ini kemudin begini dan seterusnya tapia da beberapa bagian yang tidak sesuai rencana tersebut. Selanjutnya bu Safitri menyampaikan bahwa Materi yang disampaikan adalah” Perubahan Fisika dan Kimia” metode” Praktikum. Dia meyampaikan bahwa kesulitannya adalah pada saat praktikum siswa ada yang memainkan lilin yang menyala tetapi saya mendekati siswa dan menyampaikan agar tidak memainkan lilin yang sedang menyala untuk tetap focus pada lembar kerja yang sedang di praktikkan. Demikian paparan bu Safitri dan di akhiri dengan salam.

Guru Model Ke 6 ( Ani Noveliani, S.E., Perwakilan IPS)

Setelah menyampaikan salam, bu Ani menyampaikan terima kasih kepada TIM IPS. Selanjutnya dia menyampaikan  bahwa materi yang diajarakan adalah tentang “Flora dan Fauna” dengan Metode Demonstrasi dengan media gambar dan Peta. Kata bu Ani bahwa dalam pelaksanaannya memang masih ada yang tidak sesuai dengan perencanaan yang sudah dirancang hal ersebut di sebabkan karena bebrapa factor dianaranya aadalah karena demam panggung, walaupun sudah sering di supervise tetapi karena sekarang banyak yang melihat dan dinilai oleh teman-teman dan kepala sekolah jadi situasinya menjadi berbeda denga supervisi yang hanya dilihat oleh kepala sekolah.

Sebelum mengakhiri paparannya, bu Ani memohn kepada rekan-rekan untuk memberikan masukan, saran demi perbaikan pembelajaran yang akan dilaksankan berikutnya.

Guru Model Ke 7 ( Soni Wijaya, S.PdI., Perwakilan PABP)

Guru model terakhir pada awal refleksi kali ini yang akan memaparkan pengalamannya adalah pak Soni Wijaya sebagai perwakilan dari PABP. Setelah mengucapkan salam, ucapan terima kasih kepada kepala sekolah, kepada rekan-rekan yang sudah memberikan kesempatan untuk berbicara di depan dan menjadi guru model, dia menyampaikan bahwa materi yang disampaikan adalah “ Meyakini Kitab-kitab Alloh dan Mencintai Al-Qur’an”denga metode “Discovery Learning”. Dia mengatakan bahwa dalam pelaksanaannya siswa mengamati, menyimak bacaan, dan membaca Al-Quran. Materi ini saya ambilkarena saya secara pribadi prihatin dengan anak-anak kita karena Sebagian besar bacaan Al-Qurnnya kurang bahkan ada yang belum bisa sama sekali. Oleh karena itu, kita membahas di diskusi tentang literasi membaca Al-Quran. Menurut saya ini harus juga di galakkan selain literasi yang sudah berlangsung selama ini.

Pada akhir pemaparannya pak Soni mengajak kepada semua untuk memberikan masukan, kritik, dan saran teradap pembelajarn yan sudah dilaksankan untuk perbaikan pembelajran beikutnya. Selain itu, dia mengusulkan agar literasi membaca Al-quran di galakkan walaupun sudah ada program membaca surat-surat pendek sebelum belajar.

Fasilitator

Demikian pemaparan semua guru model yang sudah tampil pada tahap ini” kata pak Ahmad sebagai fasilitator. Selanjutnya, dia menyampaikan bahwa setelah kegiatan pemaparan ini, kita istirahat dulu 5 menit untuk mempersiapkan refleksi masukan, saran, dan pendapat terhadap pelaksanaan open class yang akan dilaksankan setiap matapelajaran. Kegiatan ini nanti setiap matapelajaran akan dipandu oleh satu orang maderator dan satu orang fasilitator.

Karawang, 16 Juni 2020

Penulis

Ahmad Fadloli (Gusndol)

Leave a Reply

%d bloggers like this: