TAHAP SEE (REFLEKSI) PEMBELAJARAN

Tahapan kegiatan lesson study setelah tahap do yaitu tahapan pelaksanaan pembelajaran di kelas oleh guru model atau biasa dikenal dengan open lesson atau open class yaitu tahap see ( refleksi).

            Tujuan dilaksanakan refleksi adalah untuk mendapatkan masukan tentang proses pembelajaran yang sudah dilaksanakan dalam rangka perbaikan pembelajaran pada pertemuan- pertemuan berikutnya. Focus refleksi adalah aktivitas siswa dalam pembelajaran bukan guru yang sedang mengajar.

Terdapat beberapa faktor yang berpengaruh terhadap pelaksanaan refleksi pembelajaran:

A. Setting Ruangan

Tempat duduk di ruangan hendaknya ditata membentuk huruf “U” atau sesuai kesepakatan dengan tujuan semua peserta kegiatan  memungkinkan   dapat berinteraksi secara mudah. Denah tempat duduk dalam refleksi tersebut juga merupakan pembelajaran bagi semua peserta yang hadir bahwa dalam pembelajaran di kelas juga diperlukan setting tempat duduk yang memungkinkan semua peserta didik dapat berinteraksi dengan guru, dan dengan siswa dalam kelompok, maupun dengan siswa dari kelompok yang lain.

B. Moderator dan guru pengajar (guru model) duduk didepan. Semua mencatat isu-isu yang dibahas.

Rambu-rambu untuk moderator

  1. Moderator hendaknya orang yang mengikuti proses pembelajaran yang direfleksi.
  2. Moderator memperkenalkan diri & membuka diskusi refleksi.
  3. Moderator membacakan tata tertib refleksi:
  4. Refleksi hendaknya terfokus pada proses belajar siswa (Apakah siswa belajar, bagaimana prosesnya? Adakah siswa yang tidak belajar, mengapa? Bagaimana usaha siswa menghadapi kesulitan belajar? Apa lesson learnt dari pembelajaran tersebut)
  5. Refleksi pertama kali dilakukan oleh guru model dilanjutkan komentar oleh observer
  6. Masalah yang didiskusikan hendaknya masalah nyata berdasar hasil pengamatan selama proses pembelajran.
  7. Masalah yang sudah disampaikan oleh pengamat sebelumnya tidak perlu diulang-ulang.
  8. Masalah yang disampaikan oleh pengamat sebelumnya boleh dibahas untuk memperdalam refleksi.
  9. Pada akhir refleksi akan disampaikan refleksi akhir oleh dosen pendamping.
  10. Setelah membacakan tata tertib, moderator memulai diskusi refleksi dengan mengucapkan terima kasih kepada guru yang melaksanakan open lesson dan miminta applause dari peserta.
  11. Mempersilahkan guru pengajar melakukan refleksi diri terlebih dahulu. Refleksi diri dapat berupa perasaan sebelum, saat, dan setelah mengajar, ketercapaian skenario pembelajaran yang telah dirancang, kondisi-kondisi khusus yang terjadi pada beberapa siswa saat pembelajaran, dll.
  12. Mempersilahkan para pengamat menyampaikan komentar berdasarkan fakta hasil temuan, analisis penyebab, dan alternatif solusi.
  13. Setelah satu orang menyampaikan komentar,
  14. moderator mempersilahkan pengamat lain menanggapi komentar tersebut. Satu masalah didiskusikan bersama sampai tuntas. Dengan demikian diskusi berlangsung menarik dan mendalam,
  15. Moderator memberi kesempatan memberikan semua pengamat menyampaikan komentar. Moderator tidak perlu menyimpulkan karena berbagai alternatif solusi dapat diterapkan pada pembelajaran sehari-hari.
  16. Akhirnya moderator memberi kesempatan kepada dosen pendamping untuk melakukan refleksi akhir dan penguatan.
  17. Sebelum moderator menutup acara refleksi, moderator mengingatkan tindaklanjut di masing-masing kelas/sekolah dan membawa temuannya untuk berbagi pengalaman pada pertemuan berikutnya.

Rambu-rambu pengamat dalam   menyampaikan        komentar

  1. Komentar yang disampaikan sebaiknya terfokus pada masalah proses belajar siswa, bukan pada aktivitas guru mengajar.
  2. Komentar yang disampaikan harus berdasarkan data pengamatan terlebih dahulu, bukan berdasarkan teori dan opini pengamat.
  3.  Gunakan kata “pembelajaran kita” untuk mengomentari proses pembelajaran bukan “pembelajran guru A atau guru B”.
  4. Gunakan kata yang halus dan bijak
  5. Komentar yang disampaikan sebaiknya jauh dari sifat “menggurui” atau menurut pandangannya sendiri.
  6. Jika menyampaikan data tentang siswa belajar, kemukakan MENGAPA hal itu terjadi (ini merupakan interpretasi) dan bagaimana jalan keluarnya (ini merupakan saran untuk perbaikan pembelajaran selanjutnya).
  7. Kemukakan juga pelajaran apa yang dapat dipetik dari pembelajaran tersebut.

Hakikat Refleksi Pembelajaran

Refleksi pada dasarnya adalah untuk saling belajar dan memperbaiki proses pembelajaran yang sudah berlangsung. Perbaikan tersebut bukan hanya untuk guru model, tetapi untuk semua yang hadir serta dibagikan kepada guru-guru di sekolah/madrasah temapat peserta bekerja.

Oleh karena itu, dalam melaksanakan refleksi yang menjadi focus adalah permasalahan yang terjadi pada aktivitas siswa dalam pembelajaran bukan aktivitas guru model. Tetapi sebenarnya akan tertuju pula kepada guru model.

Sebagai contoh refleksi dari peserta yang menghakimi guru model“ Tadi saya melihat guru model  menghalangi pandangan siswa untuk melihat alat yang sedang di peragakan oleh siswa yang lain,  sebaiknya guru model berada pada tempat yang tidak menghalangi siswa”.

Sebaiknya kalimatnya dirubah menjadi “ Saya tadi melihat siswa yang berada di kelompok …sangat antusias mengikuti peragaan alat sampai berpindah ketempat lain karena pandangannya terhalang” . Kedua kalimat refleksi tersebut mempunyai maksud yang sama, tetapi dengan redaksi yang berbeda.

Dengan kalimat yang sepert iitu menunjukkan bahwa refleksi tersebut sebenarnya bukan hanya guru model yang melakukan tetapi semua yang hadir termasuk peserta yang melakukan refleksi tersebut juga memunyai kepentingan yang sama yaitu jika saya ( siapapun) mengajar akan memposisikan diri agar siswa tidak terhalang pandangannya.

Leave a Reply

%d bloggers like this: